Jumat, 19 Desember 2014

TEORI ADI BUSANA part 1

TEORI ADI BUSANA

A.    PENGERTIAN ADI BUSANA (HOUTE COUNTURE)
Houte Counture berasal dari bahasa “perancis”, istilah bahasa indonesianya Adi Busana yang mempunyai jenis busana yang berselera dan bermutu tinggi.
Houte Counture/ Adi Busana adalah salah satu usaha dibidang busana yang mengutamakan potongan yang pas badan, indah dan menitik beratkan pada detail desain.
Bahan dipilih dengan cermat, garis-garis rancangannya dipelajari secara mendalam dan pola-polanya dipersiapkan sedetail dan semua pekerjaan dilakukan oleh tenaga terlatih.
Pola umumnya busana Houte Counture merupakan hasil kerja bersama suatu team, misalnya satu rancangan dibagi menjadi 4 bagian utama : (1) Badan atas (2) Badan bawah (3) Lengan (4)Krah. Setiap bagian tersebut dikerjakan tenaga ahli yang terlatih dibidangnya masing-masing. Apabila ada bagian yang harus disulam baik dengan benang sutra, emas atau perak  atau bagian yang dipasang manik-manik atau payet inipun dikerjakan oleh tenaga ahli tersendiri. Jadi setiap bagian dikelola dengan sistem spesialisasi (kekhususan).

B.    CIRI-CIRI ADI BUSANA / HOUTE COUNTURE
Pada umumnya ciri-ciri pembuatan busana Adi busana sebagai berikut :
1.     Proses pembuatan.
Pada proses pembuatan busana adi busana dengan cara melakukan pengepasan, pengepasan pertama menggunakan bahan sementara atau tiruan yang sifat dan kelenturannya menyerupai bahan aslinya, berapa kali pengepasan dilakukan tergantung rumit tidaknya model, setelah dilakukan pengepasan yang hampir mendekati sempurna, maka pengguntingan dapat dilakukan pada bahan yang seseungguhnya
2.     Hampir 80% pakaian adi busana dikerjakan dengan tangan sehingga membutuhkan waktu yang lama.
3.     Biaya tinggi
Biaya ini seimbang dengan mutu yang akan dihasilkan dan cara pembuatanya yang cukup rumit dan unik.
4.     Dibuat hanya satu potong busana sehingga bersifat ekslusif dan mengandung seni.
5.     Modelnya selalu pas dengan badan
Pakaian adi busana tidak mutlak berbentuk pakaian malam atau gala yang gemerlap. Pakaian dari bahan linen dengan garis rancangan yang sederhana dapat saja dikatakan sebagai karya adi busana.
            Pakaian adi busana tidak mutlak dibuat atas dasar pesanan serta atas dasar tubuh seseorang pelanggan, seringkali suatu koleksi adi busana dipergunakan dengan tujuan memperkenalkan garis-garis rancangan baru dengan bahan dan warna baru.
6.     Biasanya pembuatan pakaian adi busana dipimpin oleh seorang perancang busana yang sudah terkenal. Misalnya : Piter Sie, Cristian Dior, Pierre Carolin, Hanae Mori(Perancis), Hary Darsono, Ramli, Ghea , dsb.

C.     BUSANA ADI BUSANA
Setiap macam busana mempuyai kegunaan yang berbeda-beda. Busana Adi Busana mempuyai kegunaan antara lain :
1.     Busana Pesta Pagi dan Siang
Busana yang digunakan pada waktu pagi atau siang hari untuk menghadiri berbagai pertemuan yang sifatnya resmi.
Ciri-cirinya :
a.     Model sederhana, mudah diatur dan menarik.
b.     Penggunaan warna dan hiasan dibatasi seminimal mungkin.
c.      Hiasan yang digunakan terbatas renda-renda, bros yang tidak mengkilap dan warnanya redup.



2.     Busana Pesta Cocktail
Busana pesta yang digunakan dalam kesempatan resmi sewaktu pagi, siang atau menjelang sore saja.
Ciri-cirinya :
a.     Modelnya sedikit lebih meriah dari busana pesta pagi atau siang tetapi lebih sederhana dari busana malam
3.     Busana Pesta Sore dan Malam
Busana pesta yang digunakan sore dan malam hari dalam kesempatan yang bersifat resmi.
Ciri-cirinya:
a.     Bentuknya rumit.
b.     Penggunaan warna dan hiasan bebas, tetapi masih dalam batas keindahan dan kesopanan.
c.      Memiliki nilai dan kegunaan yang tinggi.
4.     Busana Pesta Gala
Busana pesta yang digunakan untuk menghadiri pesta-pesta yang besar.
Ciri-cirinya:
a.     Bentuknya rumit dan besar.
b.     Penggunaan warna dan hiasan lebih bebas dari busana malam.
c.      Harus terdapat unsur kecenderungan (trend).
d.     Bahan harus mewah dan terbaru pada waktu itu.
5.     Busana Pesta Fantasi dan Fensi
Busana pesta yang lebih menampilkan kemahiran sang desainer dari pada penjelmaan suatu kreasi, dengan tujuan mempercantik perwujudan dan lahiriah seseorang melalui model busananya.
Ciri-cirinya:
a.     Bentuknya biasanya rumit, sulit, kompleks dan besar.
b.     Penggunaan warna dan hiasan sama sekali tidak dibatasi.
c.      Merupakan suatu demonstrasi keterampilan seorang desainer dalam mewujudkan fantasinya menjadi sebuah kreasi yang dapat dilihat.
Perbedaan busana Pesta Fantasi dan Fensi
Busana Fantasi
Busana Fensi
Hasil dari penuangan dari tema legenda
Tidak mempunyai tema dasar sedikit pun dalam legenda
Tidak mempuyai nilai kegunaan, hanya suatu pertunjukan(show)
Tidak mempuyai nilai kegunaan, hanya suatu pertunjukan(show)

D.    TEKNIK PENYELESAIAN BUSANA ADI BUSANA
1.     Penyusutan Bahan
Bahan yang mengandung katun harus disusutkan terlebih dahulu.
2.     Pemasangan Vuring
a.     Bahan yang tebal (kaku/jatuh) dengan vuring terbuka /lepas. Bagian buruk ketemu buruk.
b.     Bahan yang lemas dan jatuh (tidak tebal/tidak terlalu tipis sekali) vuring lepas dan buruk ketemu buruk.
c.      Bahan yang tipis tidak tembus terang, vuring lepas tetapi bagian bawah keliman tertutup atau jadi satu.
d.     Bahan tembus terang (tipis/ tebal/ berlubang-lubang) vuring double, pertama melekat kelihatan dari bahan, kemudian ditutupi vuring lagi buruk ketemu buruk, misalnya : bahan brokat, sifon , dll.
e.     Pemasangan vuring pada belahan harus menumpang bahan pokok dengan cara dipotong persegi pada ujung belahan.
3.     Penyelesaian Sambungan
Setiap sambungan harus diseterika hingga licin supaya jatuhnya rapi dan sebelum diselesaikan tirasnya.

4.     Penyelesaian Tiras / Sisa Jahitan
a.     Dengan kampuh kostum untuk bahan tipis dan lembut.
b.     Dengan kampuh balik untuk bahan tipis dan tembus terang (sifon).
c.      Dengan kampuh buka dirompok (dengan bis/pita).
Cara :
1)    Bis menjepit tiras langsung dijahit.
2)    Bagian baik bahan dengan bagian baik bisban dijahit lipat, bis tindas dari bagian baik mepet bis.
3)    Bagian buruk bahan dengan bagian baik bis dijahit tutup bisban kebagian baik bahan dan tindas dibagian bis.
d.     Dengan kelim bawah diberi bis atau pita, jahit dahulu baik ketemu baik lipat dan som untuk bisban hanya kelihatan setengahnya. Untuk bagian bawah yang melebar dan melengkung bis bisa digunakan untuk kelim (tanpa tambahan jahitan) jadi kelimnya hanya selebar bis.
5.     Pemasangan Aksesoris
Pemasangan manik-manik, benang hias, bordir atau hiasan pada busana harus dilapisi dengan kain kapas terlebih dahulu, agar tidak mengkerut.
6.     Pemasangan Draperi
Pemasangan draperi selalu menggunakan bahan dobel.
7.     Pencucian Busana
Busana yang sudah jadi dapat dicuci