Kamis, 13 Desember 2012

Busana Pria Part 1



MATERI PEMBUATAN BUSANA PRIA

A.    MATERI UMUM

1.         Pengertian Busana Pria
Busana pria adalah bahan tekstil dan sejenisnya yang dikenakan kaum pria sebagai penutup tubuh, baik secara langsung melekat pada tubuh maupun tidak.
Busana pria pada dasarnya terdiri dari dua bagian utama yaitu :
            a. Bagian Atas    : Busana yang dikenakan pada bagian atas badan atas berupa singlet, kemeja/shirt,                    
                hem, vest, jas, jacket, piyama, kimono, bathrobe (baju mandi), dsb.
            b. Bagian bawah : Busana yang dikenakan pada bagian pinggang ke bawah berupa celana panjang / 
                pantalon, celana pendek, celana piyama, dsb.

2.         Ciri-Ciri Busana Pria
      a.       Sederhana baik dilihat dari model, penggunaan warna, corak, tekstur, maupun hiasan.
b.      Praktis, dalam arti mudah dipakai dan dibuka
c.   Memiliki garis yang tegas, artinya garis-garis yang digunakan dalam model busana pria pada umumnya menggunakan garis-garis yang lurus
d.      Model busana pria sesuai dengan kesempatan

3.         Model Busana Pria 
a.       Busana Kerja : busana ini dikenakan pria untuk bekerja sesuai dengan pekerjaannya
             b.      Busana Resmi meliputi :
1)      Kesempatan Resmi : dapat mengenakan model busana berupa setelan jas yang dilengkapi 
       dengan dasi dan  celana panjang
2)   Kesempatan Pesta : dapat mengenakan model busana berupa busana daerah / adat, dapat  pula menggenakan jas yang dilengkapi dasi tetapi bahan dan warna untuk jas dan celana panjang yang digunakan dapat berbeda
3)   Kesempatan Keagamaan : dapat mengenakan model busana berupa model taqwa dengan                                                celana panjang
             c. Busana rekreasi meliputi :
1)     Dapat menggunakan kaos oblong lengan panjang atau pendek dan celana paniang, dilengkapi dengan jaket. terbuat dari bahan yang dapat memberikan rasa hangat pada badan
2)      Dapat menggunakan kemeja berlengan pendek dan celana panjang
d. Busana rumah
1.   Busana tidur pria dapat menggunakan piyama berlengan panjang atau berlengan pendek, dengan celana panjang atau pendek
e. Busana Olah Raga 

4.         Pemilihan Model Busana Pria
Memilih kerah kemeja menurut Alan Flusser dalam buku Style and The Man adalah sebagai berikut :
a.       Pria bertubuh kecil dengan wajah mungil sebaiknya jangan menggunakan kemeja yang
tinggi kerahnya lebih dari 8 cm.
b.      Pria gemuk atau bertubuh kekar kurang cocok bila mengenakan kemeja berkerah kecil
c.       Pria berleher panjang sebaiknya memilih model kerah yang cukup tinggi
d.    Pria berwajah lebar atau bulat jangan memilih model kerah yang bersudut (tempat simpul dasi) melebar
e. Kerah bersudut sempit kurang cocok untuk pria yang berwajah panjang karena akan rnenrberikan kesan wajah semakin panjang.
f.       Pria berleher pendek dan gemuk sebaiknya rnenghindari kerah bemodel tinggi karena
akan "menenggelamkan" leher.

5.         Ukuran Busana Pria
Ada dua standar ukuran kemeja, yaitu standar Amerika;Inggris dan standar continental (Eropa      
kecuali Inggris) 

6.         Celana / Pantalon
Pembahasan mode pantalon pria tidak secepat seperti mode celana panjang wanita. Pada era 1970-an pria gemar mengenakan cutbray, yaitu pantalon berpotongan lebar dibagian bawah sehingga menutup seluruh sepatu. Parjang sampai menyentuh lantai. Gaya ini sangat kontras ciettgan dekade sebelumnya. yaitu model jengki. Celana model jengki adalah rnodel celala yang pada bagian pipa celananya cenderung sempit dan panjangnya menggantung di atas mata kaki. Hingga dekade tahun 1980-an potongan pantalon tetap longgar namun diberi pleats (lipatan pada pinggang). Pada dekade 1990_an sampai tahun 2000-an model pantalon berubah menjadi ramping, Bagi pria yang tidak terlalu rnengikuti mode pantalon, pemilihan pantalon lebih disesuaikan dengan proporsi tubuhnya Potongan celana yang bagus tergantung pada ukuran perut dan pantat pemakainya, panjang kaki, tinggi panggul, dan lebar bagian bawah celana. Bernhard Raetzel dalam buku Gentlemant, a Tuneless Fashion rnenyarankan ukuran lebar ujung celana sekitar 2/3 dari panjang sepatu.
Pria yang memiliki tubuh ramping akan terlihat bagus mengenakan celana bila memilih model celana yang tidak menggunakan pleats. dan bila menginginkan model celana yang menggunakan pleats pada bagian pinggang. maka pilihlah model celana yang menggunakan pleats satu. Pria yang memiliki perut besar lebih baik menggunkan model celana dengan dengan dua pleats. Model celana panjang untuk ke kantor atau ke acara-acara formal cenderung klasik dan elegan, dibagian pinggang dibei dua pleats agar si pemakai merasa lebih nyaman untuk duduk maupun bergerak, dan benda-benda yang dirnasukkan ke dalam saku celana tidak akan terlalu kelihatan menonjol. Pleats yang bagus akan "jatuh" dengan rapi ke bawah. tidak tarnpak terbuka maupun miring. Crease (lipitan setrika) di depan pipa celana harus lurus, membelah rempurung lutut dan jatuh tepat di bagian tengah sepatu. Crease di bagian bawah celana panjang sebaiknya
sedikit tertekuk di atas sepatu. Bagian bawah pipa ceiana bisa dilipat ke dalam (dikelim) atau dilipat ke luar (cuff).
Menurut standar Eropa, ujung celana jatuh dilutut sedangkan menurut ukuran standar Amerika, ujung celana sedikit lebih naik dibandingkan standar Eropa. Celana ber-cuff cocok dikenakan bersama jas, sports.jacket, dan blazer, namun tidlak cocok dikenakan bersama tuxedo. Pria yang bertubuh pendek bila mengenakan celana dengan model cuff dibagian bawah celana, maka lebar cuff dibuat sekitar 3 crn. sedangkan pria yang bertubuh tinggi bisa mengenakan cuff lebarnya sekitar 4 cm. pria yang bertubuh pendek sebaiknya tidak menggunakan model celana ber-cuff, karena akan membuat kaki terlihat lebih pendek. Motif garis-garis tipis pada celana dapat membuat tubuh yang pendek terlihat lebih lebih tinggi. Pria bertubuh pendek sebaiknya menghindari motif kotak-kotak besar, karena akan terkesan lebih pendek. paduan warna kemeja dan pantalon jangan terlalu kontras agar tubuh tidak tampak “terpotong”. Pria yang bertubuh pendek bila mengenakan jas, usahakan warna Jas sama dengan warna celana agar tubuh tampak lebih tinggi.

7.         Warna Busana Pria
warna merupakan salah satu unsur dalam desain busana yang mempunyai pengaruh terhadap penampilan berbusana seseorang. Pemilihan warna kain dapat memberikan kesan tubuh tampak lebih besar atau lebih kecil, dan dapat rnembuat kulilt kelihatan bersih dan menarik. Setiap warna memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pemakainya. yaitu :
a.      Warna-warna Panas, yaitu warna yang mengandung unsur warna merah dan kuning,  (kuning, orange, kuning orange, orange merah, merah, dan violet). warna panas akan memberikan kesan tubuh lebih besar.
b.    Warna dingin, yaitu warna yang mengandung unsur biru dan hijau ( hijau, kuning hijau, hijau biru, biru, biru violet, dan violet). Warna dingin akan rnemberikan kesan tubuh lebih kecil.
Pemilihan warna kain  dalam pembuatan busana pria, cenderung mengarah pada warna biru dan warna coklat. Pemilihan yang baik antara kemeja dengan celana dapat dilakukan dengan cara penggulangan warna yang senada antara kain untuk kemeja dengan kain untuk celana.

8.         Corak Kain Busana Pria
Pemilihan corak kain dalam pembuatan busana pria juga penting, karena akan memberikan pengaruh terhadap orang yang menggunakan busana tersebut. Corak kain ini terdiri dari :
a.    Bentuk naturalis, merupakan bentuk alam yaitu bentuk hewan, tumbuhan,pemandangan, dan manusia.
b. Bentuk renggaan, yaitu modifikasi bentuk alam menjadi bentuk baru dengan tidak menghilangkan bentuk aslinya.
c.  Bentuk geometris, yaitu bentuk bujur sangkar atau kotak-kotak,bulat, lonjong, segitiga, jajarangenjang.
d.   Bentuk abstrak, yaitu bentuk yang wujudnya tidak jelas, dapat berupa coretan, kelompok dari beberapa warna yang dicampurkan.
Ukuran corak kain mempunyai pengaruh kepada bentuk badan. corak kain yang sedang dan kecil memberikan kesan mengecilkan. sedangkan corak kain yang besar akan memberikan kesan menggemukkan. Corak kain vertikal yang sernpit akan melangsingkan dan garis vertikal yang lebar akan memberikan kesan melebarkan atau menggemukkan, corak kotak-kotak yang besar akan memberikan kesan lebih menggemukkan. Pemilihan corak kain untuk busana pria lebih sederhana bila dibandingkan dengan pemilihan corak kain untuk pembuatan busana wanita. corak kain yang umum dipilih untuk pembuatan busana pria antara kin corak garis dan variasinya, corak kotak dan variasinya, corak abstrak, corak renggaan, dan polos. Bila dalarn pembuatan kemeja dipilih kain yang bercorak, maka sebaiknya dalam pembuatan celananya dipilih kain yang tidak bercorak, atau sebaliknya bila pembuatan celananya dipilih kain yang bercorak maka hendaknya dalam memilih kain untuk kemeja tidak dipilih kain yang bercorak.

9.         Tekstur Kain Busana Pria
Tekstur merupakan sifat permukaan suatu benda yang dapat dilihat atau dirasakan. Sifat permukaan ini antara lain: halus, kasar, kusam, dan berkilau. Tekstur kasar sesuai dikenakan seorang pria karena dapat memberikan kesan maskulin dan gagah bagi sipemakai.
Penerapan tekstur pada busana pria akan disesuaikan dengan kesempatan dimana busana itu dipakai dari model busana yang dibuat. Tekstur yang dipilih untuk pembuatan kerneja pada umumnya dipilih tekstur yang halus, sedangkan untuk pembuatan celananya dapat dipilih tekstur yang halus tetapi pada umumnya bertekstur kasar.

10.    Jenis Kain Busana Pria
Pemilihan jenis kain sangat menentukan dalam pembuatan busana, karena jenis kain akan menentukan  kenyamanan dalam pemakaian, sifat langsai (jatuh kain), maupun pemeliharaan busana. Jenis kain berasal dari serat alam dan serat buatan' (sintetis). Berikut ini jenis kain yang dapat dipilih untuk pembuatan busana pria :
a.       Kain serat alam merupakan kain yang diperoleh dari alam yaitu tumbuh- tumbuhan, binatang.
Jenis kain serat alam meliputi :
1)      jenis kain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (kapas) diantaranya : Mori, Poplin, Drill, Voile,  Berkolin.Kain ini memiliki sifat : kuat, tahan cuci, tahan panas (setrika), dan mudah menyerap keringat.
2)      Jenis kain yang berasal dari binatang diantaranya :  Wol, Sutra.
b.      Jenis kain serat buatan (sintetis) Kain dari serat buatan bahan dasanrya ada yang berasal dari alam, kemudian diolah melalui proses kimia. dan ada yang bahan dasarnya kimia kemudian diolah secara kimia pula. Jenis kain yang berasal dari serat buatan, diantaranya : Tetoron, Crepe, Organdi, Brokat,  Sifon, Satin. Kain ini memiliki sifat : kuat, tahan cuci, tidak tahan panas (setrika), dan tidak menyerap keringat.
Kain yang dipilih untuk pembuatan kemeja antara lain : Oxford, Poplin, Berkolin, Damast, Voile, Vlanel, Zaphir, Batist, Tetoron, Sutra, Batik, dan lain-lain. Kain yang dipilih untuk pembuatan pantalon antara lain : Drill, Farnatek, Gabardin, Jeans, Katerina, dan lain-lain.

B.     MATERI KEMEJA
Salah satu pakaian yang paling penting untuk pria adalah kemeja, baik kemeja lengan panjang atau pendek. Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris, "Clothesmake the man." artinya Baju yang kita kenakan adalah sesuatu yang menunjukkan siapa diri kita, kedudukan atau jabatan kita, sampai tingkat
keseriusan dan loyalitas, Banyak kaum pria yang akrab menggunakan kemeja sebagai desain baju untuk acara formal, seperti berangkat ke kantor. Model baju kemeja kerja pria dengan rentetan kancing di depan akan sangat apik dan serasi dipadukan dengan dasi. Namun, tidak semua kemeja bisa dipadukan dengan dasi, semua bergantung pada model kerah kemeja yang dikenakan. Kemeja dapat dibedakan berdasarkan jenis, bagian dan fungsinya.
1.      Jenis Kemeja
a.       Kemeja FormaUDress Shirt
Sesuai dengan namanya, kemeja ini dikenakan untuk acara-acata resmi atau formal. Kemeja formal di desain untuk di kenakan dengan jacket/blazer dan dasi, tetapi bisa juga di kenakan tanpa keduanya. Kemeja ini memiliki potongan yang berbeda jika di bandingkan dengan kemeja kasual.
b.      Kemeja KasuaUCasual Shirt
Sebagus apapun bahan atau coraknya, jika kemeja memiliki lengan pendek berarti termasuk jenis kemeja kasual. Kemeja ini di desain untuk di kenakan dengan leher tak di kancingkan, dan terlihat aneh jika memakai dasi.

2.      Bagian Kemeja
Secara garis besar, bagian-bagian dari kemeja yang perlu di ketahui adalah seperti yang dapat dilihat pada gambar berikut :










Kerah/Collar: adalah lipatan yang membentuk kerah yang terdapat pada bagian paling atas pada sebuah kemeja. Bagian yang satu ini merupakan yang paling penting dari kemeja, ada berbagai jenis tipe kerah/collar seperti button down collar, pointed collar, spread collar, pin & tab collar serta lainnya. Masing-masing tipe kerah/collar menentukan level formalitas dari suatu acara dan juga di sesuaikan dengan bentuk wajah. Namun kerah yang umum tedapat pada kemeja adalah kerah point collar yang mana berbentuk meruncing ke bawah dan jika kancing pada bagian paling atas kemeja dikancingkan, maka kedua ujung pada lipatan paling atas di kedua sisi akan terlihat tegak bersinggungan.
Yoke : merupakan bagian pada kemeja yang berfungsi menghubungkan antara jahitan depan dan belakang pada sebuah kemeja. pola yoke yang umum digunakan adalah model one piece yoke yang berbentuk pola jahitan yang terletak pada bagian dibawah collar yang berupa garis jahitan memanjang horizontal. Ada dua model yoke, yaitu one-piece yoke dan two-piece yoke. Kemeja formal biasanya menggunakan one-piece yoke.
Placket Front : pola standar yang terdapat pada kemeja berbentuk keliman di bagian luar yang memanjang secara vertikal. Berfungsi juga sebagai patokan sentral untuk penempatan kancing pada kemeja.
Fly Front : hampir mirip dengan placket front. Namun bagian ini terletak satu layer di belakang placket front. Berfungsi sebagai bagian untuk menempatkan kancing sehingga tidak akan terlihat ketika semua kancing dikaitkan pada kemeja.
Armhole ; Adalah bagian yang membentuk lubang dimana berfungsi juga untuk menyambungkan bagian sleeve/lengan kemeja dengan badan kemeja
Sleeve : bagian samping kiri dan kanan pada kemeja yang berfungsi menutupi lengan si pengguna hingga ke daerah pergelangan tangan.
Cuff: merupakan bagian sambungan pada bagian di bawah sleeve dengan bentuk melingkar di sekitar area pergelangan tangan. Biasanya kancing akan dijahitkan pada bagian ini. cuff menjadi salah saru bagian penting pada kemeja. Maka dari itu, pastikan panjang cuff ini melebihi panjang dari jas yang akan anda kenakan. Sehingga ketika dipadupadankan dengan penggunaan jas, bagian ujung tepi cuff akan sedikit terlihat walaupun bentuknya kecil, bagian yang satu ini sangat penting, selain kerah, cuff adalah salah satu bagian yang terlihat ketika kita mengenakan jas/jacket untuk ke acara resmi atau formal. Ukuran cuff harus lebih panjang sekitar l-1,5 inchi dari jas/jacket.
Manset atau cuff yang terlalu sempit atau longgar akan memengaruhi kenyamanan saat memakainya. Ada dua jenis cuff standar, French cuff dan Barrel cuff. Bagi mereka yang gemar bergaya, gunakan French cuff yang bisa dimatching-kan dengan dasi. Sementara bagi pria simpel, pilih Barrel cuff yang memiliki kancing. Biasanya Barrel Cuff memiliki satu atau dua kancing, tetapi terkadang hingga memiliki tiga kancing.
Sleeve Placket : adalah pola memanjang vertikal yang terletak di atas cuff dengan beberapa kancing yang dijahitkan. Namun terdapat juga kemeja yang tidak menggunakan sleeve placket. Anda pun harus memperhatikan bagian ini ketika akan membeli sebuah kemeja. jangan sampai bagian ini terlihat lebih menggembung dari pada sleeve ketika kancing pada bagian ini dikaitkan. Sebagian besar kemeja formal maupun casual memiliki bagian placket. Seperti yang bisa dilihat pada gambar, placket terletak di bagian kiri depan dengan terdapat beberapa lubang kancing yang berbaris vertikal.
Pleat : seperti kita ketahui, punggung seorang pria tidaklah rata. Oleh karena itu banyak bagian belakang kemeja yang di desain dengan pleat yang berfungsi untuk menyesuaikan postur punggung kita. Ada 2 macam pleat yang bisa Anda temui, yain box pleat dan side pleat. Namun banyak juga kemeja yang di desain tanpa pleat.
  
3.      Mengenal Jenis Kerah Kemeja
Kemeja mempunyai peranan penting dalam busana pria. Suatu symbol kesederhanaan yang dapat mengandung berjuta kekayaan. Bahan, tekstur, potongan dan warna bisa menjadi kekayaan sebuah kemeja. Memilih jenis kerah harus disesuaikan dengan banyak hal, dimulai dari bentuk wajah sampai bentuk acara yang akan dihadiri, karena dengan menggunakan kemejalah penampilan kita akan terasa sangat rapi dan formil.
  
4.      Macam-macam Jenis Kerah Kemeja
Kerah kemeja merupakan salah satu bagian penting dari penampilan keseluruhan dari kemeja. Memilih kerah kemeja merupakan bagian penting dalam proses memilih kemeja. Kerah tersebut sebaiknya duduk merata pada leher, dan yang paling penting adalah tidak membuat Anda tercekik. Cara praktisnya adalah menyelinapkan 2 jari Anda ke dalam kerah tersebut tanpa membuat Anda tercekik.
Sfraight Point Collar/ Turndown Collars
Kerah Straight point atau Kerah Turndown Point. Tipe kerah Classic Point yang baru ini
memberikan sentuhan kontemporer bagi kemeja Anda. Dengan ujung kerah yang lebih panjang dan pita kerah yang lebih tinggi dari Kerah Classic point, Kerah Straight Point menawarkan bentuk kerah adalah bagian dari keluarga kerah yang lebih keras. Dengan jenis kerah ini, akan mendapat sentuhan lebih kontemporer dibandingkan dengan kemeja klasik. Kebanyakan jenis ini digunakan dengan dasi dalam acara formal. Lebih terlihat klasik dalam warna putih. Cocok untuk setiap jenis pria. Turndown collars adalah kerah dengan porongan kerah yang runcing menghadap kebawah, kerah ini terbagai meniadi dua kelas, Point Collar dan Cutaway / Spread Collar.
Point Collar
Kerah ini sudah sangat terkenal sebagai kerah basic, sebagai tata busana kemeja pria yang paling umum digunakan. Hampir sekitar 90% kemeja pria menggunakan jenis kerah ini. Kerah ini sangat ideal untuk digunakan dalam acata-acara bisnis yang biasanya membutuhkan kemeja dan dasi. Jenis kerah ini terlihat cukup berkelas dan mudah dalam penggunaan sehari-hari. Kerah Classic Point ini direkomendasikan untuk semua jenis bentuk wajah. Untuk penampilan tertutup dapat dikombinasikan dengan dasi yang bagus dan tuxedo. Untuk penampilan terbuka, jenis kemeja ini akan terlihat penampilan yang lebih kasual. 
Cunway / Spread Collar
Kerah ini dapat dikatakan populer kedua setelah point collar, dengan tidak jauh berbeda dengan kakaknya tersebut, bagian kerah ini juga meruncing dibagian bawah hanya regangan dari bagian badan kerah kanan dan kiri lebih terlihat luas dan lebar, hingga potongan ini sangat cocok untuk badan yang terlihat kurus, atau mau menunjukan jenis ikatan dasi yang digunakan.
Button Down Collars
Kembali mengulang keruksesan point Collors, kerah ini menegaskan keruncingan tersebut
dengan kancing pada bagian yang runcing, dengan hadirnya kancing pada bagian ini sangat
mempertegas penampilan. Jenis kerah ini memiliki kancing diujung kerahnya dan dapat dipakai tanpa memakai dasi. Kerah Button Down ini tidak bisa berdiri, bahkan ketika berolahraga. Jenis kerah ini diciptakan urtuk kenyamanan yang sempurna ketika dipakai untuk bermain polo. Jenis kerah ini paling sering terlihat pada pakaian yang lebih santai. Masih dapat digunakan dengan dasi tapi masih dianggap kurang formal dibandingkan dengan jenis kerah lainnya. Kancing pada kerah selalu terpasang kencang untuk menghindarkan kecerobohan.
Pin and Tab Collars
Kerah ini memang kembali berbentuk runcing, hanya saja yang membedakan Pin Collars adalah adanya lubang kecil pada setiap atau sisi kerah untuk memberikan pin atau identitas yang ditancapkan pada kerah tersebut. Sedangkan Tab Collars, hadir menghubungkan kedua sisi kerah tersebut, "hook and loop closttre".
Jenis kerah ini hanya bisa bisa digunakan bersamaan dengan dasi. Kerah jenis ini menggunakan pengait, biasanya menggunakan kancing untuk mengencangkan kerah yang ditempatkan dibawah simpul dasi. Pengait ini berguna untuk mengokohkan posisi dasi dalam posisi yang benar dan mencegah dasi berpindah posisi ke depan dan keatas, menciptakan tampilan kerah yang 'kokoh' dan lebih simpul yang lebih rinci. Jenis kemeja ini populer di prancis dan Amerika Serikat pada era 1930an. Jenis Kerah Tab ini tidak boleh digunakan tanpa dasi, selain itu kerah jenis ini dapat digunakan untuk menyembunyikan leher panjang yang tidak normal. Saat ini sangat sulit untuk mendapatkan kemeja yimg menggunakan jenis kerah ini karena terlihat sangat mewah dan sangat british. Jenis kerah ini boleh dipakai jika Anda memiliki kepercayaan diri yang tinggi karena akan menarik perhatian orang.
Wing Collars
Kerah Wing  ini seakan mengambang dan tidak menyentuh bagian badan kemeja, berbentuk meruncing dengan ukuran yang runcing. 
Rounded Collar
Rounded Collar atau Lincoln Collar adalah bagian dari kerah kemeja bulat. Bagian unjungnya yang bulat rnemberikan tampilan yang lembut pada kerah tradisional yang sangat bergaya retro ini. Dua kancing pada pita kerah memperlihatkan bahwa kerah ini lebih tinggi dibandingkan dengan ujung kerah klasik. Hal ni terlihat lebih kontemporer. Kerah jenis ini sangat cocok bagi para pecinta busana kemeja retro. Sebagaimana ditunjukan dalam namanya, Presiden Lincoln yang dibunuh pada tahun 1865 yang menggunakan krah ini. Kerah ini dapat dipakai dengan atau tanpa dasi dan cocok untuk segala jenis wajah atau leher.
Mandarin Collar
Kerah Mandarin yang minimalistik ini terinsprasi dari Timur Oriental. Kerah ini kebanyakan dipakai oleh penduduk keturunan Cina. Kerah ini berbentuk siku-siku dan memiliki kurva kecil di tengah tanpa adanya ujung kerah. Saat tertutup krah ini dapat dikenakan sebagai pakaian formal. Ketika dibuka krah ini dapat dipakai dalam acara-acara yang lebih santai. Tapi satu hal yang bperlu diingat, jangan menggunakan dasi ketika mengenakan krah ini.Kerah ini cocok untuk pria yang berwajah bulat.
Beberapa model kerah kemeja dalarn buku Gentleman Roefeel, Timeless Fashion Bernhard antara lain :
Button-down Collar adalah model krah dengan kancing di kedua ujungnya. Berasal dari kemeja para pemain polo di Inggris. 
Club (Rounded) Collar adalah model kerah yang tinggi dan ujungnya berbentuk setengah lingkaran, tidak melancip. Di Barat, kerah model ini biasa dikenakan anak sekolah. 
Pin Collar adalah kerah yang kedua kelepaknya dihubungkan peniti yang berukuran cukup besar. 
Tab Collar adalah kerah yang diantara kedua kelepak kerah diberi semacam lidah kecil untuk menautkan kelepaknya agar sudut tempat simpul dasi menjadi lebih sernpit, namun lebih rapi. 
Straight (turn-down collar) adalah kerah yang bentuknya mirip model button-down collar, namun tidak berkancing dikedua ujungnya. Ujung kerahnya ada pula yang turun 6 crn 7 cm. Model kerah seperti ini kurang bagus untuk pria berwajah panjang, karena model ini akan membuat wajah terkesan semakin panjang. 
Wings Collar adaiah kerah yang pada kedua ujungnya berbentuk segitiga kecil dan biasa dikenakan bersama dasi kupu-kupu dan busana fuxedo. 
English Spread /Cutaway Collar adalah kerah yang memiliki sudut kerah yang sangat lebar, sehingga jarak kedua ujung kerah rnenjadi jauh. Model kerah ini sangat cocok dikenakan untuk pria yang gemar mengikat dasi dengan simpul Windsor yang lebih gemuk dibandingkan simpul Four In Hand sehingga mernbutuhkan sudut kerah yang lebih lebar. Kemeja dengan model kerah seperti ini berkesan formal. terlihat kaku. dan tinggi dileher serta tetap tanrpak elegan meski dikenakan tanpa dasi. Pria berwajah bulat atau lebar sebaiknva tidak mengenakan kemeja dengan model kerah ini. karena akan membuat wajah tarnpak lebih lebar.
Band Collar atau lebih dikenal sebagai kemeja berkerah Nehru.
             Hal lain yang perlu diperhatikan dalam rnembuat kerah adalah :
1.      Kerah jangan sampai membuat pemakainya merasa tercekik
2.   Harus ada ruang antara leher dan kerah kemeja yaitu 2 jari diantara kerah dan dasi agar lega bernafas.
Pada kerah kemeja biasanya terdapat label yang mencantumkan dua ukuran. Yang nomornya lebih kecil adalah ukuran leher, sedangkan yang nomornya lebih besar ukuran tubuh. Bila pada label kerah kemeja tercantum angka15 / 38 berarti lingkar lehernya 15, ukuran tubuhnya 38.
Selain memperhatikan model kerah kemeja, harus memperhatikan motif kemeja yang akan di kenakan. Jika menyukai kemeja motif garis-garis, perhatikan bahwa garis-garis pada lengan kemeja harus bertemu dengan garis-garis pada lapisan di belakang bahu.
sementara itu, jika senang dengan kemeja bermotif kotak_kotak, perhatikan motif kotak-kotak tersebut tidak terputus oleh sambungan pada bahu, lengan, serta pada sisi kanan dan kiri kemeja.
Pilih warna yang karem dan tidak mencorok jika mengenakan jas. Untuk jas, pilih warna yang tidak terlalu senada dengan kemeja atau pilih yang sedikit kontras agar warna tidak terlihat mati. Perlu diperhatikan juga saat mengenakan jas, pilillah kemeja dengan kerah yang lebih tinggl 2cm dari kerah jas.
Banyaknya tipe kerah kemeja yang ditawarkan dapat membuat terlihat stylish. Cukup banyak pilihan kerah kemeja yang ada, namun yang paling penting adalah bagaimana merasa nyaman ketika menggunakan kemeja tersebut.
sumber: http:/www.bivolino.com/

C.     MATERI CELANA / PANTALON
Pantalon adalah penutup badan bagian bawah yang umum digunakan kaum pria, baik pada saat formal maupun non formal.
Berpenampilan tidak hanya mengandalkan pada bagian atas saja, pemilihan celana yang baik juga akan menyeimbangkan keseluruhan dari penampilan Anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dicermati :
Pemilihan Bahan
Mengapa hal ini penting? Karena bahan yang dipilih dapat mempengaruhi kenyarnanan ketika menggunakannya juga harus menyesuaikan dengan kegiatan/pekerjaan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa bahan yang setidaknya diketahui:
Cotton - Bahan ini memiliki sifat yang sangat baik untuk cuaca panas dan iklim hangat karena mampu menyerap keringat dengan baik, sehingga bahan ini merupakan pilihan yang terbaik. Polyster Blends - untuk daya tahan yang baik dan mencegah berkerut, polyster sering dicampur dengan serat lain, sehingga membuat celana lebih berkualitas.
Wool - Bahan ini termasuk bahan yang kuat dan tahan lama. cocok untuk iklim atau cuaca dingin. Hanya saja bahan ini butuh perawatan yang cukup ekstra. Serain itu bahan ini rentan terhadap ngengat.
Denim - Terbuat dari katun murni atau campuran katun. Merupakan bahan dasar untuk pembuatan jeans. Denim terrnasuk barhan yang serbaguna, sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk berbagai kondisi.